Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Dishub Sebut Banyak Jalan Rusak di Sumut Disebabkan Banyaknya Truk Bermuatan Berlebih

Dishub Sebut Banyak Jalan
Skintific

Dishub Sumut Banyak Jalan Rusak Akibat Truk Bermuatan Berlebih

Koran Tasiikmalaya – Dishub Sebut Banyak Jalan Rusak Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kerusakan jalan di wilayah ini adalah tingginya jumlah truk yang melintas dengan muatan berlebih. Menurut Dishub, truk-truk dengan beban yang melebihi kapasitas tersebut sering kali merusak struktur jalan yang belum tentu dirancang untuk menanggung beban berat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dishub Sumut, Zulfan Herianto, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Medan, Jumat (5/10/2025). Zulfan menambahkan, meskipun sudah ada regulasi yang mengatur muatan kendaraan, namun pelanggaran masih terjadi di lapangan, yang menyebabkan kerusakan pada jalan dan menambah beban ekonomi masyarakat.

Skintific

Truk Bermuatan Berlebih Menjadi Penyebab Utama Kerusakan Jalan

“Banyak jalan di Sumut, terutama di wilayah yang dilalui jalur logistik, mengalami kerusakan parah akibat truk-truk dengan muatan berlebih. Selain merusak permukaan jalan, kendaraan dengan muatan yang tidak sesuai juga mengurangi usia pakai jalan secara signifikan,” jelas Zulfan.

Pihaknya juga menyatakan bahwa jalan yang rusak umumnya terletak di kawasan-kawasan padat industri, seperti di Medan, Binjai, dan Tanjung Morawa, yang sering dilalui oleh truk-truk pengangkut hasil perkebunan, batu bara, dan produk-produk industri lainnya. Meski ada beberapa titik yang telah dilakukan perbaikan, kerusakan yang terjadi terus berulang.

Sebagai contoh, Zulfan menjelaskan bahwa Jalan Lintas Sumatera di beberapa titik yang digunakan oleh truk bermuatan batu bara dan produk perkebunan sering kali mengalami retakan dan kerusakan parah. Jalan yang dilalui oleh truk dengan bobot berlebih tidak dirancang untuk menahan beban yang melebihi kapasitas.Jalan Lintas Tengah Sekayu-Lubuklinggau di Desa Lumpatan Rusak, Banyak  Lubang Diameter 1 Meter - Tribunsumsel.com

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Murah Meriah di Tasikmalaya untuk Libur Akhir Pekan

Dampak Ekonomi dan Keamanan Lalu Lintas

Kerusakan jalan yang terus terjadi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik jalan, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Waktu tempuh yang lebih lama, biaya perawatan jalan yang terus meningkat, dan kemacetan yang sering terjadi menjadi masalah serius bagi masyarakat dan pengusaha yang bergantung pada transportasi.

Tidak hanya itu, kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh truk bermuatan berlebih juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Jalan yang berlubang, retak, dan tidak rata membuat pengendara, baik itu truk maupun kendaraan kecil, lebih sulit untuk melintas dengan aman.

“Kerusakan jalan ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Banyak pengemudi truk yang harus berhati-hati melewati jalan yang rusak agar tidak tergelincir atau mengalami kerusakan pada kendaraan,” ujar Zulfan.

Dishub Sebut Banyak Jalan Penegakan Hukum dan Solusi Dari Dishub

Namun, Zulfan mengakui bahwa penertiban tersebut belum sepenuhnya efektif, mengingat jumlah truk yang melintas sangat besar dan tidak semua truk dapat terjaring dalam pemeriksaan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap truk-truk yang membawa muatan berlebih. Selain itu, kami juga terus mengkampanyekan pentingnya pemeliharaan jalan dan penggunaan kendaraan dengan muatan yang sesuai,” tambahnya.

Dishub Sebut Banyak Jalan Solusi Jangka Panjang: Pembangunan Infrastruktur Jalan yang Kuat

Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, Zulfan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang lebih kuat dan tahan lama menjadi langkah jangka panjang yang harus dilakukan. Jalan-jalan yang dilalui oleh truk bermuatan berat perlu diperkuat, sehingga tidak mudah rusak meskipun dilalui kendaraan dengan kapasitas besar.

“Pembangunan dan perbaikan jalan harus dilakukan dengan memperhatikan ketahanan terhadap beban berat. Kami juga akan mendorong adanya pembangunan jalan alternatif bagi truk bermuatan berat agar tidak lagi melintas di jalan-jalan yang berada di pemukiman atau kawasan padat penduduk,” ujar Zulfan.

Koordinasi dengan Pengusaha dan Pemerintah Daerah

 Pihak Dishub berharap agar mereka turut berpartisipasi dalam memastikan bahwa truk yang beroperasi mematuhi aturan mengenai batas muatan.

“Pengusaha juga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas jalan. Jika mereka dapat memastikan bahwa kendaraan yang digunakan sesuai dengan kapasitas beban, tentu kerusakan jalan bisa diminimalisir,” tambah Zulfan.

Masyarakat Diharapkan Terlibat dalam Pengawasan

Zulfan juga meminta masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan. Masyarakat bisa melaporkan kepada Dishub atau pihak berwenang apabila menemukan truk yang membawa muatan berlebih. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, masalah kerusakan jalan akibat truk bermuatan berlebih bisa diminimalisir.

“Masyarakat juga bisa membantu dengan melaporkan kejadian tersebut kepada kami. Kami akan menindaklanjuti laporan yang masuk untuk memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi mematuhi aturan yang ada,” tutup Zulfan.

Kesimpulan: Jalan Rusak, Dampak Besar

Kerusakan jalan di Sumatera Utara memang menjadi masalah yang serius, dan penyebab utamanya adalah truk bermuatan berlebih.

Skintific