Cegah Tragedi Al Khoziny Terulang: Menko PM Dorong Pemeriksaan & Standar Aman untuk Semua Pesantren
Koran Tasikmalaya — Cegah Tragedi Al Khoziny Setelah runtuhnya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri dan menyebabkan puluhan lainnya masih hilang di reruntuhan, pemerintah menegaskan akan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa terjadi di pondok pesantren lain. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan akan mengecek kondisi semua pesantren terkait aspek keselamatan dan standar konstruksi.
Kronologi Tragedi Al Khoziny
Pada 29 September 2025 sore, bangunan musala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny, Buduran, ambruk saat ratusan santri melaksanakan salat Ashar berjamaah.
Evakuasi dan operasi penyelamatan berlangsung berhari-hari, dengan alat berat dan tim SAR gabungan. Korban meninggal dan korban selamat berjumlah banyak serta jumlah orang yang masih tertimbun pun terus dicari.
Baca Juga: Dishub Sebut Banyak Jalan Rusak di Sumut Disebabkan Banyaknya Truk Bermuatan Berlebih
Pernyataan Menko PM & Tindakan Pemerintah
Menko PM Muhaimin Iskandar ketika mengunjungi lokasi kejadian menekankan pentingnya standar konstruksi pesantren. Ia menegaskan agar pondok pesantren yang akan dan sedang membangun harus menggunakan ilmu teknik konstruksi yang benar agar bangunan aman dan tidak rawan ambruk.
Permintaan & Kritik dari DPR dan Publik
DPR, melalui Wakil Ketua Komisi V, menyebut tragedi ini sebagai indikator bahwa dukungan negara terhadap infrastruktur pesantren masih sangat lemah. DPR meminta agar pemerintah menyediakan panduan teknis jelas, supervisi konstruksi, dan peraturan yang mengikat.
Banyak pihak menyayangkan bahwa selama ini banyak pesantren yang membangun secara swadaya dengan kemampuan terbatas, sehingga aspek keamanan dan konstruksi sering kali tidak terpenuhi.
Langkah Pencegahan ke Depan
Pemeriksaan struktural seluruh pesantren
Pemerintah akan melakukan audit dan peninjauan kondisi bangunan pesantren, terutama yang memiliki lantai banyak atau rencana perluasan, agar memenuhi standar konstruksi yang layak.
Pelatihan & Pendampingan
Pemerintah dapat menyediakan pelatihan teknik konstruksi sederhana untuk pengurus pesantren, dan pendampingan dari ahli sipil agar pembangunan aman dan sesuai standar.
Keterbukaan & Akuntabilitas
Pengurus pesantren wajib melaporkan pembangunan fisik dan mendapatkan pengawasan, agar masyarakat dan pihak resmi dapat mengetahui apakah pembangunan aman dan sesuai regulasi.
Harapan Publik
Tragedi Al Khoziny telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.












