Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Ayah di Lamongan Bunuh Anak Kandung dengan Tabung Elpiji 3 Kilogram

Ayah di Lamongan Bunuh
Skintific

Ayah di Lamongan Bunuh Anak Kandung dengan Tabung Elpiji 3 Kilogram

Koran Tasikmalaya – Ayah di Lamongan Bunuh Anak Kandung Kejadian tragis terjadi di Lamongan, Jawa Timur, di mana seorang ayah berinisial M (52 tahun) tega menghabisi nyawa anak kandungnya, Rina (22 tahun), dengan menggunakan tabung elpiji 3 kilogram. Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi, 22 Januari 2026 ini mengejutkan warga setempat, yang tidak menyangka bahwa hubungan keluarga yang seharusnya penuh kasih sayang justru berujung pada tindak kekerasan yang mematikan.

Menurut informasi yang diperoleh dari Polres Lamongan, kejadian tersebut bermula ketika pelaku dan korban terlibat dalam pertengkaran hebat di rumah mereka yang terletak di Desa Sumber Agung, Lamongan. Dari hasil penyelidikan sementara, perdebatan itu semakin memanas hingga akhirnya pelaku kehilangan kendali dan mengambil tabung elpiji 3 kg yang ada di rumah mereka sebagai senjata untuk menyerang anaknya.

Skintific

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, ketika pelaku dan korban yang tinggal di rumah yang sama mulai terlibat cekcok. Warga sekitar yang mendengar pertengkaran tersebut mengatakan bahwa perselisihan antara ayah dan anak ini sudah sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Mereka bertikai soal masalah pribadi, termasuk keuangan dan sikap korban yang sering dianggap tidak mendengarkan nasihat ayahnya.

Dalam kondisi yang sangat marah, pelaku lalu mengambil tabung gas 3 kilogram yang biasa mereka gunakan untuk memasak dan langsung memukulkannya ke kepala Rina, yang saat itu berada di ruang tamu. Akibat pukulan keras dengan tabung gas tersebut, korban langsung terjatuh dan mengalami luka parah di kepala.

Beberapa saat setelah itu, pelaku meninggalkan korban yang tergeletak tak berdaya di lantai, dan keluar rumah. Warga yang mendengar suara keras segera mendatangi rumah korban dan menemukan Rina dalam kondisi tak bernyawa. Mereka pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.Ayah di Lamongan Bunuh Anak Kandung dengan Tabung Elpiji 3 Kilogram

Baca Juga: Mirwan Suwarso Bagikan Momen Cesc Fabregas Lembur meski Como 1907 Menang

Penangkapan Pelaku

Setelah menerima laporan, Polres Lamongan segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Beberapa jam setelah kejadian, pelaku yang sempat melarikan diri akhirnya berhasil ditangkap di sekitar rumahnya tanpa perlawanan.

Pelaku juga mengungkapkan bahwa mereka sering terlibat pertengkaran terkait masalah ekonomi dan masa depan korban yang tidak sesuai dengan harapannya.

“Pelaku mengaku tidak mampu mengendalikan emosinya ketika pertengkaran tersebut mencapai puncaknya. Kami telah menangkap pelaku dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rudiansyah.

Motif Pembunuhan

Motif dari perbuatan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Namun, pihak kepolisian menduga bahwa miskomunikasi dan ketegangan ekonomi dalam keluarga tersebut merupakan faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan. Beberapa warga yang mengenal keluarga tersebut mengatakan bahwa hubungan antara pelaku dan korban memang sering kali tegang, terutama dalam beberapa bulan terakhir.

Ibu korban, Siti, mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat dalam. “Anak saya itu baik. Memang ada perbedaan pendapat dengan ayahnya, tapi saya tidak pernah menyangka ini akan terjadi,” ujar Siti dengan air mata yang menetes

Ayah di Lamongan Bunuh Reaksi Warga

Warga sekitar sangat terkejut mendengar kejadian tersebut. Mereka mengenal keluarga ini sebagai keluarga yang tidak banyak bergaul dengan tetangga. Salah satu warga, Budi, mengatakan bahwa meskipun mereka sering mendengar pertengkaran antara ayah dan anak, tidak ada yang mengira bahwa hal tersebut akan berujung pada pembunuhan. “Kami hanya mendengar suara-suara keras dari dalam rumah mereka, tapi kami tidak menyangka sampai seperti ini,” ujar Budi.

Dampak Psikologis bagi Keluarga

Keluarga besar korban kini tengah berduka atas kejadian tersebut. Siti, “Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Ini sangat berat bagi kami, terutama untuk saya sebagai ibu yang kehilangan anak saya,” ujar Siti dengan suara tertahan.

Skintific