1. BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Puncaknya Agustus
Koran Tasikmalaya – BMKG Prediksi Puncak Musim Menurut BMKG, musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan dimulai sejak April 2026 dan berlangsung bertahap selama beberapa bulan. Seluruh zona musim di Nusantara akan memasuki fase kering secara bertahap mulai dari April hingga Juni 2026. Prediksi puncaknya sendiri diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026 ketika sebagian besar wilayah mengalami curah hujan sangat rendah dan dominasi angin kering. Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers Update Prediksi Musim Kemarau 2026.
BMKG menyebut bahwa fenomena La Niña lemah telah berakhir Februari lalu, sehingga musim kemarau akan lebih cepat tiba di banyak daerah di Indonesia. Diperkirakan sekitar 429 zona musim — atau sekitar 62,4% dari total zona musim nasional — akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
2. Musim Kemarau Dimulai April, Agustus Jadi Puncak Terpanas
Prakiraan BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau akan bergerak dari bagian timur Indonesia menuju ke barat secara bertahap
3. Dampak Puncak Kemarau: Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Langkah antisipatif seperti pengelolaan sumber air, patroli wilayah hutan rentan, dan sosialisasi mitigasi penting dilakukan sejak awal musim kemarau.
Baca Juga: Mengenang Try Sutrisno Prajurit Penjaga Pancasila
4. Prakiraan Kemarau: Peta Zona Wilayah Berdampak Agustus 2026
BMKG memetakan bahwa awal musim kemarau dimula
i pada berbagai z
ona secara bertahap:
April: sekitar 114 zona musim telah masuk fase kemarau;
Mei: sekitar 184 zona memasuki kemarau;
Juni: sekitar 163 zona mengalami fase kering.
Kemudian, puncak musim kemarau pada Agustus 2026 diperkirakan akan menjangkau sebagian besar zona musim di seluruh Indonesia.
5.BMKG Prediksi Puncak Musim Antisipasi Pemerintah dan Masyarakat Jelang Agustus
Dengan prediksi puncak musim kemarau pada bulan Agustus, pemerintah daerah bersama BMKG telah menganjurkan langkah‑langkah mitigasi, termasuk:
Pemantauan pasokan air bersih untuk masyarakat;
Peningkatan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan;
Sosialisasi mitigasi kekeringan bagi petani dan sektor pertanian.
6. Kenapa Agustus Jadi Puncak? Perspektif Meteorologi
Secara climatological, puncak musim kemarau biasanya terjadi ketika pola angin baratan kuat telah terbentuk di seluruh wilayah Indonesia dan distribusi hujan sangat minim. Pada 2026, dengan meredanya fenomena La Niña, pola angin dan kecepatan angin kering diprediksi mendominasi, sehingga mengurangi pembentukan awan hujan dan memperpanjang fase kering sampai Agustus.












