Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Cegah Tragedi Al Khoziny Terulang Menko PM Bakal Cek Kondisi Pesantren

Cegah Tragedi Al Khoziny
Skintific

Cegah Tragedi Al Khoziny Terulang: Menko PM Dorong Pemeriksaan & Standar Aman untuk Semua Pesantren

Koran Tasikmalaya — Cegah Tragedi Al Khoziny Setelah runtuhnya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri dan menyebabkan puluhan lainnya masih hilang di reruntuhan, pemerintah menegaskan akan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa terjadi di pondok pesantren lain. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan akan mengecek kondisi semua pesantren terkait aspek keselamatan dan standar konstruksi.


Kronologi Tragedi Al Khoziny

Pada 29 September 2025 sore, bangunan musala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny, Buduran, ambruk saat ratusan santri melaksanakan salat Ashar berjamaah.

Skintific

Evakuasi dan operasi penyelamatan berlangsung berhari-hari, dengan alat berat dan tim SAR gabungan. Korban meninggal dan korban selamat berjumlah banyak serta jumlah orang yang masih tertimbun pun terus dicari. Ini Daftar 66 Santri Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo yang Masih Belum  Ditemukan - Radar Sidoarjo


Baca Juga: Dishub Sebut Banyak Jalan Rusak di Sumut Disebabkan Banyaknya Truk Bermuatan Berlebih

Pernyataan Menko PM & Tindakan Pemerintah

Menko PM Muhaimin Iskandar ketika mengunjungi lokasi kejadian menekankan pentingnya standar konstruksi pesantren. Ia menegaskan agar pondok pesantren yang akan dan sedang membangun harus menggunakan ilmu teknik konstruksi yang benar agar bangunan aman dan tidak rawan ambruk.


Permintaan & Kritik dari DPR dan Publik

DPR, melalui Wakil Ketua Komisi V, menyebut tragedi ini sebagai indikator bahwa dukungan negara terhadap infrastruktur pesantren masih sangat lemah. DPR meminta agar pemerintah menyediakan panduan teknis jelas, supervisi konstruksi, dan peraturan yang mengikat.

Banyak pihak menyayangkan bahwa selama ini banyak pesantren yang membangun secara swadaya dengan kemampuan terbatas, sehingga aspek keamanan dan konstruksi sering kali tidak terpenuhi.


Langkah Pencegahan ke Depan

Pemeriksaan struktural seluruh pesantren
Pemerintah akan melakukan audit dan peninjauan kondisi bangunan pesantren, terutama yang memiliki lantai banyak atau rencana perluasan, agar memenuhi standar konstruksi yang layak.

Pelatihan & Pendampingan
Pemerintah dapat menyediakan pelatihan teknik konstruksi sederhana untuk pengurus pesantren, dan pendampingan dari ahli sipil agar pembangunan aman dan sesuai standar.

Keterbukaan & Akuntabilitas
Pengurus pesantren wajib melaporkan pembangunan fisik dan mendapatkan pengawasan, agar masyarakat dan pihak resmi dapat mengetahui apakah pembangunan aman dan sesuai regulasi.


Harapan Publik

Tragedi Al Khoziny telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.

Skintific