Mahasiswa STIK Polri Angkatan 83 Bangun Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Aceh Utara
Koran Tasikmalaya – Mahasiswa STIK Polri Sebuah inisiatif luar biasa datang dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK Polri) Angkatan 83 yang baru-baru ini menggelar aksi sosial berupa pembangunan sumur bor untuk menyediakan air bersih bagi warga di Desa Gampong Alue Leuhong, Aceh Utara. Program ini merupakan bagian dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun STIK Polri dan sebagai bentuk nyata kontribusi mereka dalam membantu kesulitan masyarakat.
Pembangunan sumur bor ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan pasokan air bersih yang selama ini dirasakan oleh warga desa, terutama pada musim kemarau. Keterbatasan akses air bersih di wilayah tersebut sering kali menyebabkan masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk konsumsi maupun untuk kebutuhan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, sumur bor yang digali oleh mahasiswa STIK Polri diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang bagi warga desa yang terdampak.
Aksi Sosial dengan Semangat Pengabdian
Mahasiswa STIK Polri Angkatan 83 yang terdiri dari berbagai latar belakang, baik jurusan kepolisian maupun teknik, bekerja sama dalam tim relawan untuk membangun sumur bor ini. Mereka memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama pendidikan di STIK Polri untuk menerapkan ilmu teknik dan logistik dalam proyek ini.
Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari upaya mahasiswa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, sesuai dengan prinsip dasar pendidikan di STIK Polri yang mengajarkan kepemimpinan dan kewajiban sosial. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk lebih memahami kebutuhan sosial di lapangan serta memberikan mereka pengalaman langsung dalam bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi masalah bersama.
“Kegiatan ini adalah bagian dari pengabdian kami untuk masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses air bersih. Kami ingin membantu mengurangi beban warga dan memberikan kontribusi positif untuk kemajuan desa ini,” ujar Rizky Fahmi, salah satu mahasiswa STIK Polri Angkatan 83 yang terlibat dalam proyek pembangunan sumur bor.
Baca Juga: Pertamina Raih Anugerah Avirama Nawasena 2026 atas Inovasi Produk Berkelanjutan
Manfaat Sumur Bor bagi Masyarakat
Pembangunan sumur bor air bersih ini membawa banyak manfaat bagi warga Gampong Alue Leuhong, yang selama ini mengandalkan sumber air dari sumur tradisional yang sering kali terkontaminasi atau mengering pada musim kemarau. Dengan adanya sumur bor yang baru, warga kini dapat menikmati air bersih yang lebih aman dan mudah diakses.
“Sebelumnya, kami harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih, dan kadang-kadang air yang kami dapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dengan adanya sumur bor ini, kami merasa sangat terbantu, terutama pada musim kemarau yang biasanya kami kesulitan mencari air,” ujar Siti Zainab, seorang warga setempat yang menyambut baik proyek tersebut.
Sumur bor yang dibangun oleh mahasiswa STIK Polri ini memiliki kedalaman yang cukup untuk menjangkau sumber air bawah tanah yang jernih dan tidak tercemar. Hal ini menjamin kualitas air yang lebih baik bagi konsumsi warga, mengurangi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi.
Selain itu, sumur bor ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, karena mereka kini memiliki akses yang lebih mudah ke air yang bersih dan aman untuk dikonsumsi. Proyek ini, meskipun sederhana, diharapkan dapat membawa dampak besar bagi kualitas hidup warga Gampong Alue Leuhong, terutama dalam jangka panjang.
Kerja Sama dengan Pemerintah dan Masyarakat Setempat
Pembangunan sumur bor ini tidak hanya melibatkan mahasiswa STIK Polri, tetapi juga kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Pemerintah desa ikut berperan dalam menyediakan lahan dan sumber daya lokal, sementara warga desa turut serta dalam proses pembangunan dan perawatan sumur agar dapat terus berfungsi dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh mahasiswa STIK Polri. Ini adalah bukti bahwa dengan gotong royong dan kerja sama, kita bisa mengatasi masalah bersama. Semoga kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut untuk membantu masyarakat kami,” tambah Abdullah, Kepala Desa Gampong Alue Leuhong.
Keberhasilan pembangunan sumur bor ini juga menjadi contoh bagi desa-desa lain di Aceh Utara, yang mungkin mengalami masalah yang sama dalam hal akses air bersih. Proyek ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak inisiatif sosial yang dapat mengatasi berbagai masalah sosial di daerah terpencil.
Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan di STIK Polri
Proyek pembangunan sumur bor ini juga merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan yang ditekankan di STIK Polri. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori tentang kebijakan publik atau keamanan negara, tetapi juga diharapkan memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan mampu mengambil tindakan nyata dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya untuk membantu masyarakat. Ini adalah salah satu bentuk nyata pengabdian mereka kepada masyarakat. Kami berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan lebih banyak aksi sosial yang bermanfaat,” kata Kompol. Dr. Asep Rahmat, dosen STIK Polri yang turut membimbing mahasiswa dalam proyek ini












